Bukti Bobroknya AC Milan di Paruh Kedua Musim

Bukti Bobroknya AC Milan di Paruh Kedua Musim – Di balik bobroknya AC Milan pada paruh kedua musim Liga Italia 2020-2021, ternyata I Rossoneri begitu culun kala menghadapi pertandingan kandang. AC Milan era Stefano Pioli sempat dijagokan menjadi calon kuat juara Liga Italia 2020-2021. Permulaan apik ditorehkan AC Milan di bawah arahan Stefano Pioli dengan mencatatkan 15 pertandingan tak terkalahkan di Liga Italia. Banyak pihak menilai AC Milan bisa menjadi perengkuh gelar scudetto musim ini berkat penampilan impresif mereka di liga. Rekor apik yang ditunjukkan oleh Gianluigi Donnarumma cs. dinilai bisa merusak hegemoni Juventus.

Berkat catatan impresif tersebut, mereka dinobatkan sebagai juara musim dingin. I Rossoneri pun sempat mencicipi capolista selama kurang lebih lima bulan. Namun, performa apik Milan justru menunjukkan penurunan sejak pergantian tahun. Awal dari kemorosotan Milan dimulai ketika takluk 1-3 dari Juventus pada minggu ke-16. Hingga pada akhirnya I Rossoneri harus lengser dari tahta pennetuan sementara Liga Italia usai dibungkam 0-2 oleh Spezia pada pekan ke-22. Puncak penentuan pun direbut oleh rival sekota mereka, Inter Milan, yang pada akhirnya dinobatkan sebagai juara musim ini.

Akibatnya, Milan yang semula memiliki target menjadi juara kini justru berjuang untuk meraih tiket Liga Champions. Dua tiket telah berada dalam genggaman Inter Milan dan Atalanta yang berada di peringkat pertama dan kedua. Sementara dua tiket tersisa kini diperebutkan oleh Milan, Napoli, dan Juventus. Diberitakan BolaSport.com dari Football Italia, penampilan kandang regu Pioli sejak pergantian tahun dinilai memengaruhi lepasnya gelar scudetto. Hal ini ditambah berpotensi menyebabkan absennya kembali Milan di Liga Champions untuk satu tahun lagi setelah musim lalu juga kandas akibat hanya finis di peringkat lima. Pertandingan kandang Milan pada 2021 tergolong memprihatinkan.

Mereka seolah culun ketika menjamu tamunya di San Siro. Terbaru, Milan harus puas berbagi satu angka dengan Cagliari setelah bermain imbang tanpa gol pada minggu ke-37 hari Minggu tgl 16 Mei 2021 atau Senin dini hari WIB. Pada 2021, I Rossoneri telah memainkan 12 pertandingan kandang. Dari 12 pertandingan tersebut Milan hanya sanggup memenangkan empat partai kala menghadapi Torino, Genoa, Crotone, dan Benevento. Ketika berhadapan dengan tim-tim mapan Serie A di San Siro, Milan tak sekali pun membawa pulang tiga poin. Mereka dibuat keok oleh Juventus (1-3), Atalanta (0-3), Inter (0-3), Napoli (0-1), bahkan takluk dari Sassuolo (1-2).

Jika ditotal, Milan telah menjalani 19 pertandingan kandang di Liga Italia musim ini. Hanya delapan kemenangan yang berhasil dikantongi oleh Gianluigi Donnarumma dkk. Rekor apik justru diperlihatkan oleh I Rossoneri kala mereka bertindak sebagai tim tamu. Mereka tampak superior musim ini ketika bermain di kandang lawan pada pertandingan tandang Serie A. Hal itu dibuktikan dengan kemenangan telak Milan kala menghajar dua klub Turin, Juventus (3-0) dan Torino (7-0) pada pertadingan minggu ke-35 dan 36.Keok di kandang tapi jago di pertandingan tandang, itulah gambaran Milan saat ini. Menurut catatan Transfermarkt, regu arahan Pioli berhasil meraih 15 kemenangan dari 18 pertandingan tandang di Liga Italia.

Mereka hanya mencatatkan satu hasil seri dan mengalami dua kekalahan di luar kandang. Berbanding terbalik dengan catatan kandang secara menyeluruh untuk musim ini, di mana mereka menelan lima kekalahan dan meraih enam hasil seri. Adapun pertarungan terakhir Milan untuk merebut satu tempat di Liga Champions bakal ditentukan dari hasil melawan Atalanta pada akhir mingu ini. Milan bakal berstatus tim tamu kala berduel dengan Atalanta di Stadion Atleti Azzurri d’Italia pada pertandingan pemungkas Liga Italia hari Minggu tgl 23 Mei 2021 atau Senin pukul 01.45 WIB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*