Pelatih Persela Lamongan Mengaku Risih Dengan Keputusan Wasit yang Seperti ini

Pelatih Persela Lamongan Mengaku Risih Dengan Keputusan Wasit yang Seperti ini – Iwan Setiawan pelatih Persela Lamongan, mengakui tidka nyaman jika ada keputusan keliru dari wasit yang menguntungkan timnya. Hal tersebut diungkapkan Iwan Setiawan dalam sesi jumpa pers seusai pertandingan Liga 1 melawan Persebaya Surabaya di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, hari Kamis tanggal 21 Oct 2021. Pada pertandingan Persebaya Surabaya vs Persela Lamongan di minggu ke-8 Liga 1, pengadil lapangan membuat keputusan yang terbilang bersifat menimbulkan perdebatan.

Pertama, momen saat eksekusi tendangan bebas Jose Wilkson di menit ke-33 sempat gagal diantisipasi penjaga gawang Persela Lamongan, Dwi Kuswanto. Bola terlepas dari tangkapan kiper dan melewati garis gawang, namun wasit tidak menyatakan gol. Kemudian Ivan Carlos dianggap sudah berada dalam posisi offside sebelum pada akhirnya membobol gawang Persebaya Surabaya. “Kalau saya ya, misalnya tim menang karena kebijakan wasit yang katakanlah berpihak kepada kami,” ucap Iwan Setiawan. “Saya jujur saja tidak nyaman. Kalau bisa apa pun hasilnya, lebih baik kami menang atau kalah tetapi dipimpin dengan kebijakan dan keputusan terbaik sepanjang pertandingan.”

“Saya berharap ke depannya bisa lebih baik lagi (kinerja dari wasit),” sambung mantan pelatih Persija Jakarta itu. Mengenai hasil imbang 1-1 melawan Persebaya Surabaya, Iwan Setiawan tetap bersyukur. Meski begitu, masih ada pekerjaan rumah yang harus diperbaiki Ahmad Bustomi dkk. dalam menatap pertandingan ke depan. “Hasil imbang ini adalah hasil yang maksimal,” kata pelatih berusia 63 tahun itu. “Tetapi, selalu ada evaluasi tersendiri. Kami masih memiliki permasalahan yang sama.” “Kami punya masalah di penyelesaian akhir, jadi mudahan-mudahan ini menjadi perhatian kami sebagai tim pelatih untuk diperbaiki di pertandingan berikutnya,” sambung Iwan Setiawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*