Chevron Pacific Indonesia Melaporkan Tumpahan Minyak Di Fasilitas Dumai

Chevron Pacific Indonesia Melaporkan Tumpahan Minyak Di Fasilitas Dumai – Chevron Pacific Indonesia, anak perusahaan lokal dari perusahaan minyak dan gas Amerika, telah menumpahkan minyak dalam jumlah yang tidak diketahui di salah satu fasilitasnya di Pelabuhan Dumai di Riau pada hari Sabtu, dan perusahaan sedang berupaya untuk menahan tumpahan dan menilai kerusakan pada daerah sekitarnya, kata Chevron Pacific, Senin. Sonitha Poernomo, Corporate Communication Manager Chevron Pacific, mengatakan saat ini perseroan belum memiliki ukuran jumlah minyak yang tumpah. Namun, perusahaan memiliki alasan untuk percaya bahwa kebocoran tersebut tidak mencapai ribuan barel, katanya.

“Saat itu pipa dan pelabuhan sedang tidak digunakan, dan petugas segera membersihkan dan memperbaiki pipa yang bocor,” kata Sonitha seperti dikutip kantor berita Antara. Chevron Pacific telah memasang boom minyak untuk mencegah penyebaran dan mengambil langkah-langkah untuk membersihkan dan mengumpulkan tumpahan. Perusahaan juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Dumai untuk mengatasi masalah tersebut. “Kami berkomitmen menjalankan operasi dengan aman dan andal sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan sekitar,” kata Sonitha. Afdal Syamsir, Kepala Divisi Pengendalian Lingkungan dan Pencemaran di Departemen Lingkungan Dumai, mengatakan departemen telah mengerahkan petugas untuk mengawasi penanganan tumpahan minyak untuk mencegah penyebaran minyak lebih lanjut.

“Penanganan tumpahan cukup baik dengan oil boom empat lapis, dan pembersihan juga dilakukan dengan cepat,” kata Afdal. Departemen akan duduk dengan tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan hari ini untuk memutuskan tindakan lebih lanjut, katanya. Chevron Pacific menggunakan fasilitas Pelabuhan Dumai untuk mengangkut minyak dan gas dari blok Rokan, perusahaan minyak dan gas terbesar di Indonesia yang dimiliki dan dioperasikan oleh perusahaan sejak tahun 1971. Hak Chevron Pacific atas blok tersebut akan berakhir pada Agustus, dan perusahaan energi negara Pertamina akan mengambil alih blok tersebut mulai saat itu. Blok Rokan menghasilkan rata-rata barel minyak mentah dan 19 juta kaki kubik gas alam pada 2019 per hari pada 2019, data perusahaan menunjukkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*