Indonesia Menahan Perempuan Inggris Dalam Daftar Tersangka Teror

Indonesia Menahan Perempuan Inggris Dalam Daftar Tersangka Teror – Indonesia telah menahan seorang wanita Inggris yang disebutkan dalam daftar tersangka teror global dan berencana untuk mendeportasinya karena pelanggaran visa, kata pihak berwenang kepada AFP. Tazneen Miriam Sailar seorang mualaf kelahiran Manchester yang pernah menikah dengan seorang jihadis Indonesia yang sekarang sudah meninggal tidak dituduh melakukan pelanggaran teror. Tapi dia dan almarhum suaminya ada dalam daftar polisi yang diduga ekstremis dalam dan luar negeri, termasuk seorang Prancis yang muncul dalam video pemenggalan kepala Negara Islam (ISIS) dan satu lagi yang dekat dengan saudara-saudara yang membantai staf di majalah satir Charlie Hebdo. Sailar, 47, dan putranya yang berusia 10 tahun di Indonesia, ditahan di Jakarta setelah mereka ditangkap tahun lalu atas tuduhan dia tidak memiliki dokumen untuk tetap tinggal di negara Asia Tenggara, menurut pengacaranya Farid Ghozali.

“Dia dimasukkan (dalam tahanan) sambil menunggu kepulangannya yang akan difasilitasi oleh Kedutaan Besar Inggris,” kata juru bicara Direktorat Imigrasi Indonesia Ahmad Nursaleh kepada AFP, tanpa menjelaskan lebih lanjut. Kedutaan Besar Inggris di Jakarta menolak berkomentar dan tidak jelas kapan deportasi itu akan dilakukan.
Dokumen polisi tidak menjelaskan mengapa Sailar terdaftar bersama dengan sekitar 400 tersangka teror lainnya, termasuk mendiang suaminya yang terbunuh di Suriah pada 2015, kata sumber. Pernikahan pasangan tersebut pada 2010 diresmikan oleh ulama radikal Indonesia Abu Bakar Bashir, kepala spiritual kelompok ekstremis Jemaah Islamiyah (JI), menurut sumber yang mengetahui kasus tersebut. Anggota JI berada di balik pemboman Bali yang menewaskan lebih dari 200 orang, termasuk hampir 90 wisatawan Australia, tewas ketika ledakan besar menghancurkan sepasang bar di pulau liburan Indonesia pada bulan Oktober 2002.

Sailar menjalankan sebuah badan amal yang dinamai mendiang suaminya, yang mengirim bantuan kepada wanita dan anak-anak di Suriah yang dilanda konflik, kata sumber. Dia tiba di Indonesia yang mayoritas Muslim pada tahun 2005 sebagai relawan medis untuk sebuah yayasan kemanusiaan berbasis Kristen yang membantu para korban bencana alam, Ghozali dan sebuah sumber mengatakan. Anggota Taliban dan Negara Islam (ISIS) yang diduga muncul di daftar polisi Indonesia, serta kelompok Islam Inggris Anjem Choudary dan Sally-Anne Jones, seorang perekrut Negara Islam (IS) yang dilaporkan tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di Suriah.

Maxime Hauchard, seorang mualaf Prancis yang sekarang sudah mati yang terlihat dalam video pemenggalan kepala ISIS yang mengerikan, terdaftar bersama dengan jihadis Prancis Peter Cherif, yang sebelumnya dituduh menculik tiga pekerja bantuan Prancis di Yaman pada 2011 dan rekan dekat saudara kandung yang membunuh staf di Charlie Hebdo pada tahun 2015. Sailar lahir di Manchester pada 20 Februari 1973 dan memegang paspor Inggris, menurut daftar tersebut, yang juga mengatakan dia memiliki setidaknya dua alias. Pasukan anti-teror Indonesia mempertanyakan Sailar tetapi tidak ada dakwaan yang diajukan, kata pengacaranya. “Jadi kami sekarang fokus ke urusan keimigrasian,” katanya seraya menambahkan Sailar ingin tetap di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*