Indonesia Menyetujui Vaksin Sinovac Versi Lokal Sebagai Kasus Covid-19 Yang Meningkat Lagi

Indonesia Menyetujui Vaksin Sinovac Versi Lokal Sebagai Kasus Covid-19 Yang Meningkat Lagi – Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia, atau BPOM, menyetujui penggunaan darurat vaksin melawan virus corona yang diproduksi oleh perusahaan farmasi milik negara Bio Farma di bawah lisensi dari Sinovac Biotech China. Keputusan itu diambil tepat sebelum putaran kedua vaksinasi massal dimulai pada Rabu yang menargetkan kelompok-kelompok prioritas seperti pekerja layanan publik dan warga lanjut usia.

Vaksin Sinovac yang diimpor telah digunakan sejak negara itu mulai melakukan vaksinasi massal pada 13 Januari dengan Presiden Joko “Jokowi” Widodo menjadi orang pertama di negara yang menerima suntikan tersebut bukan dalam uji klinis. Setidaknya 1,1 juta orang, terutama pekerja medis, telah menerima vaksin tersebut hingga Selasa. Sinovac mengirimkan setumpuk vaksin setengah jadi awal bulan ini yang menurut Kementerian Kesehatan dapat diproduksi menjadi setidaknya 9 juta dosis vaksin oleh Bio Farma. Vaksin buatan Bio Farma sudah disetujui dan sudah mendapatkan izin penggunaan darurat, kata Kepala BPOM Penny Lukito dalam video conference di Jakarta.

Pernyataannya datang ketika negara itu melihat peningkatan kasus virus korona baru dengan tambahan 10.029 kasus dalam 24 jam terakhir, menjadikan jumlah total kasus menjadi 1,23 juta. Angka hari Selasa adalah yang tertinggi dalam sembilan hari terakhir, ketika lonjakan pasca-liburan tampaknya telah hilang. Rekor jumlah kasus tertinggi dalam sehari adalah 14.518 yang tercatat pada 30 Januari. Jumlah total kasus aktif mencapai 160.689 atau 13 persen dari keseluruhan kasus yang dikonfirmasi, menurut data pemerintah. Jawa Barat menjadi penyumbang hitung harian terakhir terbesar dengan 4.032 kasus, kenaikan tertinggi sepanjang bulan ini. Provinsi terbesar di negara itu melaporkan hanya 947 kasus sehari sebelumnya.

Jawa Barat telah mencatat total di bawah 180.000 kasus sejak wabah dimulai. Jakarta mencatat 1.861 infeksi baru pada hari Selasa, hitungan harian terkecil sejak 28 Januari. Tetapi ibu kota tetap di atas provinsi yang terkena dampak terburuk dengan total lebih dari 319.000 kasus. Ada rata-rata 3.098 kasus dalam periode 16 hari, dibandingkan dengan rata-rata 2.774 kasus sepanjang Januari, menurut penghitungan Jakarta Globe. Jawa Tengah telah menambahkan lebih dari 18.000 kasus setiap bulan hingga saat ini, sehingga jumlah total kasus menjadi 143.419. Kasus baru mengalami penurunan yang stabil di Jawa Timur, tetapi masih tercatat lebih dari 10.000 kasus dalam 16 hari terakhir sehingga totalnya menjadi 123.280.

Empat provinsi terbesar di negara itu berdasarkan populasi merupakan 62 persen dari total jumlah kasus virus korona secara nasional. Selain Jakarta, Bali dan Kalimantan Timur juga melanjutkan tren peningkatan infeksi baru. Kalimantan Timur telah mencatat rata-rata 540 kasus sejak 1 Februari sehingga totalnya menjadi sedikit di bawah 50.000. Provinsi tersebut rata-rata mengalami 456 kasus pada Januari. Bali telah bertambah 4.669 kasus dalam 16 hari terakhir dengan total 30.821. Selama tiga minggu terakhir, Bali telah melampaui Banten, Sumatera Barat, dan Riau untuk menempati peringkat ketujuh di antara provinsi yang terkena dampak terparah.

Virus Corona telah menewaskan 3.598 orang di Indonesia bulan ini, sehingga total korban tewas menjadi 33.596. Jawa Timur memiliki angka kematian tertinggi dengan total 8.668 kematian akibat Covid, 55 lebih banyak dari kemarin. Jawa Tengah melaporkan korban tewas harian tertinggi yaitu 66, sehingga jumlah total korban menjadi 6.016.
Jakarta berada di urutan berikutnya dengan total 5.010 kematian, termasuk 49 pada hari Selasa saja. Jawa Barat telah mencatat 2.132 kematian sejak wabah dimulai, sedangkan Kalimantan Timur adalah provinsi terakhir yang mencatat angka empat digit dengan 1.171 kematian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*