Kementerian Riset dan Teknologi Dukung Inovasi Sampel Air Liur Untuk Tes Covid-19

Kementerian Riset dan Teknologi Dukung Inovasi Sampel Air Liur Untuk Tes Covid-19 – Kementerian Riset dan Teknologi atau Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristek/BRIN) memberikan dukungan kepada PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) untuk meluncurkan tes diagnostik untuk virus Covid-19 hasil karya anak bangsa dengan sampel air liur (saliva) sebagai bagian dari inovasi penanganan untuk virus Covid-19. Tes diagnostik Covid-19 dengan menggunakan sampel air liur ini menggunakan metode RT LAMP (Reverse Transcription Loop Mediated Isothermal Amplification) yang dapat mendeteksi secara spesifik untuk asam nukleat yang merupakan material genetik dari virus SARS CoV- 2.

Tes diagnostik ini merupakan hasil dari pengembangan dalam negeri untuk unit R&D Kalbe Farma yaitu Stem CelI & Cancer Institute (SCI) dan telah melalui uji performa analitik dan klinis di dalam negeri. “RT LAMP Saliva ini bisa menjawab tantangan akan keterbatasan laboratorium kita, yang mungkin tidak semua daerah bisa mempunyai fasilitas ini,” ujar Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro dalam rilis, ditulis Sabtu (27/3/2021). “RT LAMP Saliva ini sendiri harapannya agar bisa membuat masyarakat mau untuk diperiksa, nyaman, praktis, cepat dan ekonomis, selain tentunya tingkat akurasi tinggi.”

Menteri Bambang meminta Kalbe Farma tetap terus melakukan post marketing survei untuk membandingkan akan pengamatan pengujian validitas RT LAMP Saliva, di mana membandingkan hasil tes RT LAMP Saliva dengan tes Swab RT-PCR yang merupakan gold standard. “Bambang mengatakan tentunya Kemenristek / BRIN sudah siap untuk mendukung segala inovasi yang berasal dari berbagai pihak yanga da di Indonesia, termasuk dari luar Pemerintah ataupun Perguruan Tinggi,” lanjut. Ia menambahkan, khusus RT LAMP Saliva ini akan segara masuk e-catalog inovasi LKPP dan yang sangat penting akan diuji efektivitasnya di tempat-tempat publik. “Dengan ini ingin Bambang mengatakan mari kita sukseskan produk inovasi karya anak bangsa.

Menurut Pihak Kalbe

Presiden Komisaris Irawati Setiady dari PT Kalbe Farma Tbk menjelaskan kalau hasil tes pemeriksaan RT LAMP dengan menggunakan sampel saliva ini akan sangat bermanfaat bagi untuk percegahan akan penanggulangan pandemi virus Covid- 19. Pasalnya, inovasi ini dapat membantu pemerintah melakukan tracing dan testing serta dapat menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah-daerah dengan minim infrastruktur laboratorium pemeriksaan virus Covid-19.

Irawati menambahkan hasil Tes RT LAMP merupakan tes molekular yang termasuk dalam kategori NAAT (Nucleic Acid Amplification Test) bersama dengan RT–PCR dan TCM sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK. 01.17/ MENKES/ 3602/2021. “Sebagai tes molekuler, akurasi metode RT LAMP ini sangat jauh lebih baik dibandingkan dengan rapid test antigen yang mendeteksi protein virus. RT LAMP dengan menggunakan sampel air liur (saliva) ini menawarkan begitu banyak keunggulan dan kenyamanan bagi para pasien, yaitu nyaman dan praktis, akurasi tinggi, cepat dan ekonomis.

Saat ini produksi reagen Lamp Saliva dilakukan oleh PT KalGen DNA serta distribusinya dilakukan oleh PT Enseval Medika Prima. Kedua perusahaan ini merupakan anak perusahaan dari PT Kalbe Farma Tbk. Irawati juga menambahkan kalau kapasitas untuk produksi saat ini mencapai 460.000 tes per bulan, dan akan ditingkatkan menjadi 2 juta tes per bulan. “Proses penelitian sudah dilakukan mulai bulan Juni 2020, dan Maret 2021 telah mendapat nomor izin edar dari kementerian kesehatan KEMENKES RI AKD 20303120508 dengan merk ELVA Diagnostic SARS-CoV-2 Saliva Nucleic Acid Test Kit.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*