Mochtar Riady Institute Bergabung Dengan Upaya Pemerintah Untuk Mendeteksi Varian Covid Baru

Mochtar Riady Institute Bergabung Dengan Upaya Pemerintah Untuk Mendeteksi Varian Covid Baru – Institut Nanoteknologi Mochtar Riady dan Universitas Pelita Harapan (MRIN-UPH) telah diundang untuk berpartisipasi dalam konsorsium baru untuk mengurutkan seluruh genom SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19, sebagai pengawasan waktu nyata dari varian viral di Indonesia. Dalam konsorsium ini, MRIN-UPH akan dapat bekerja sama dengan lembaga penelitian yang didanai pemerintah seperti Institut Biologi Molekuler Eijkman dan universitas negeri terkemuka untuk menyediakan data sekuensing genom lengkap dari virus dalam waktu dekat, kata lembaga itu dalam sebuah pernyataan. pada hari Selasa.

“Pandemi Covid-19 telah melanda dunia selama lebih dari setahun. Situasi mengerikan ini diperparah dengan munculnya beberapa varian SARS-CoV-2 yang menjadi perhatian, seperti varian Inggris B.1.1.7 dan Afrika Selatan varian B.1.351, karena dianggap lebih mudah menular, berpose lebih tinggi. risiko bagi dunia, “katanya. “Oleh karena itu, sangat penting bahwa kemampuan pengawasan genom virus ini ditingkatkan di seluruh dunia.” Lembaga dan universitas, keduanya berbasis di provinsi Banten, telah berpartisipasi dalam inisiatif sains global GISAID yang menyediakan data genomik SARS-CoV-2 sejak pertengahan 2020.

GISAID memfasilitasi epidemiologi genom akses terbuka dan pengawasan waktu nyata dalam upaya terkoordinasi untuk memantau kemunculan strain virus COVID-19 baru di seluruh dunia. “MRIN-UPH adalah lembaga penelitian swasta pertama di Indonesia yang berpartisipasi dalam penyelidikan yang sangat penting ini, dengan mengirimkan 17 urutan gen Spike (S), gen yang bertanggung jawab untuk masuknya virus ke dalam sel manusia,” katanya. “Pengurutan genom parsial ini sepenuhnya dilakukan oleh MRIN-UPH, dengan menggunakan peralatan Genetic Analyzer dan Sequencer-nya sendiri.”

Pengiriman data pertama ke GISAID dilakukan pada 12 Mei 2020, bertepatan dengan ulang tahun ke 91 Founder MRIN, Dr. Mochtar Riady. Pemerintah rupanya memperhatikan peran aktif MRIN-UPH dalam upaya global memantau kemunculan varian baru virus corona dan menawarkan mereka peran dalam konsorsium yang dibentuk Kementerian Kesehatan dan Kementerian Riset dan Teknologi. Hingga saat ini, Indonesia baru menyumbang 351 data sekuensing genom utuh virus tersebut. “Kontribusi aktif MRIN-UPH dalam surveilans genom utuh virus tentu dibutuhkan untuk menyediakan lebih banyak data dari Indonesia,” bunyi pernyataan itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*