Vaksin Sinovac yang Telah Tiba di Indonesia

Vaksin Sinovac yang Telah Tiba di Indonesia – Salah satu dari vaksin Covid-19 yang dipesan oleh Indonesia sudah tiba di Tanah Air pada hari Minggu kemarin sekitar pukul 21.30 WIB melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Vaksin yang dikemas dalam kontainer yang berpendingin tersebut diangkut menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Beijing, China. Seperti apa sesungguhnya vaksin yang satu ini? Nama dan produsen Vaksin ini disebut dengan nama CoronaVac dan diproduksi oleh perusahaan bioteknologi yang berasal dari China, yang bermarkas di Beijing, Sinovac Biotech Ltd. Perusahaan yang satu ini memang fokus pada bidang riset, pengembangan, pembuatan hingga komersialisasi vaksin-vaksin untuk mencegah terjadinya penularan penyakit pada manusia.

Bio Farma menetapkan harga per dosis dari vaksin Sinovac ini sekitar Rp 200.000. “Harga tersebut tidak akan memberatkan pemerintah. Harganyaekita Rp 200.000,” kata Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir. Harga ini disebut lebih murah daripada vaksin sejenis yang dipasarkan di negara China dengan harga 29,75 dollar Amerika Serikat atau lebih dari Rp 400.000 per dosisnya. Cara kerjanya melalui uji klinis yang telah dilakukan di sejumlah negara, CoronaVac yang dibuat dari virus Sars-CoV-2 nonaktif ini bekerja dengan cara memicu respons terhadap kekebalan tubuh dengan cepat. Namun demikian antibodi yang dihasilkan oleh vaksin ini di dalam tubuh manusia tidak lebih banyak daripada antibodi yang berhasil terbentuk pada orang yang telah pulih dari virus Covid-19. Ini berdasarkan publikasi Sinovac pada 18 November 2020 terkait dengan hasil uji klinis mereka. Meski tidak sebanyak itu, akan tetapi antibodi yang dihasilkan dengan vaksinasi menggunakan vaksin ini disebut sudah cukup, berdasarkan studi praklinis yang dilakukan terhadap kera.

Ketua Tim Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac di Indonesia mengatakan ada efek samping, Prof Kusnadi menyebut vaksin tersebut dapat dikatakan aman, karena tidak terjadi hal-hal yang merugikan pada relawan yang menerima vaksinasi tersebut. Efek samping ditemukan tapi dalam skala kecil dan tingkat ringan pada sebagian sukarelawan. Manajer Lapangan Tim Penelitian uji klinis vase 3 vaksin Sinovac, dr Eddy Fadliana menyebut efek samping yang ditemukan misalnya berupa nyeri di tempat suntikan (20-25 persen relawan). “Fase satu dan fase dua menunjukkan tingkat keamanan cukup tinggi. Pada fase satu dan dua tidak timbul demam, hanya reaksi lokal nyeri di tempat suntikan tadi,” kata Eddy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*