Cuma Imbang Lawan Tetangga, Inggris Harus Berjuang hingga Pertandingan Terakhir

Cuma Imbang Lawan Tetangga, Inggris Harus Berjuang hingga Pertandingan Terakhir – Timnas Inggris harus berjuang hingga pertandingan terakhir karena hanya bermain imbang melawan tetangga, timnas Skotlandia, di EURO 2020. Timnas Inggris menjadi tuan rumah dalam matchday kedua Grup D EURO 2020 dengan menjamu timnas Skotlandia di Stadion Wembley pada hari Jumat tgl 18 Jun 2021 waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB. Inggris jauh lebih mendominasi pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 59 persen.

Akan tetapi, penguasaan bola yang tinggi tak disertai dengan ketajaman Inggris di depan gawang lawan. Sepanjang pertandingan, Inggris hanya mampu melepaskan sembilan tembakan dengan cuma satu yang mengarah ke gawang Skotlandia. Sementara itu, Skotlandia mencatatkan 11 tembakan dan ada satu yang mengarah ke gawang Inggris. Pertandingan berakhir imbang untuk kedua tim.

Jalannya Pertandingan

Kedua tim sudah melakukan jual-beli serangan sejak awal pertandingan, tetapi timnas Inggris mendapatkan peluang apik lebih dulu pada menit ke-12. Memanfaatkan sepak pojok dari Mason Mount, John Stones melepaskan sundulan ke arah gawang timnas Skotlandia. Beruntung bagi Skotlandia, sundulan Stones masih membentur tiang gawang David Marshall. Semenit berselang, Mount yang membahayakan gawang Skotlandia usai menerima umpan silang dari Raheem Sterling. Namun, sontekan kaki kanan Mount dari dalam kotak penalti masih tidak tepat sasaran dan hanya meleset di sisi kanan gawang Skotlandia.

Timnas Inggris terus menguasai jalannya pertandingan di babak pertama dan menciptakan peluang matang pada menit ke-29. Harry Kane, yang sudah berada di depan gawang Skotlandia, melepaskan sundulan usai menerima umpan silang dari Reece James. Namun, Kane lebih dulu berada di posisi offside dan bola hanya melebar di sisi kanan gawang Skotlandia. Skotlandia bukan tanpa peluang. Stephen O’Donnell menciptakan peluang emas pertama bagi timnya pada menit ke-30. Memanfaatkan umpan silang dari Kieran Tierney, O’Donnell melepaskan tendangan voli kaki kanan dari dalam kotak penalti yang masih bisa ditepis oleh Jordan Pickford.

Kedua tim tak kunjung mampu menghasilkan peluang yang benar-benar berpotensi menghasilkan gol hingga menit ke-40. Berbagai skema serangan, baik yang dilancarkan Inggris maupun Skotlandia, selalu terhenti di barisan garis belakang kedua tim. Hingga peluit babak pertama berbunyi, kedua tim masih tak mampu mencetak gol dan skor 0-0 bertahan hingga turun minum. Inggris langsung tancap gas usai turun minum dan mendapatkan tembakan tepat pertama ke gawang Skotlandia pada menit ke-48. Mount melepaskan tendangan keras kaki kanan dari luar kotak penalti ke arah gawang Skotlandia. Namun, David Marshall masih sigap dan mampu menepis bola tendangan Mount yang mengarah ke pojok kanan bawah gawang.

Skotlandia gantian membahayakan gawang Inggris pada menit ke-62 lewat penyerang Lyndon Dykes. Berawal dari sepak pojok Andrew Robertson, Dykes melepaskan tendangan voli kaki kiri dari dalam kotak penalti. Beruntung bagi Inggris, Reece James masih mampu menghalau bola yang mengarah ke tiang jauh dan sudah ditinggalkan oleh Pickford. Tak kunjung mencetak gol, pelatih timnas Inggris, Gareth Southgate, mencoba sedikit perubahan taktik. Southgate menarik Phil Foden dan Harry Kane untuk digantikan oleh Jack Grealish (63′) dan Marcus Rashford (74′).

Akan tetapi, masuknya Grealish dan Rashford rupanya tak mampu memperkuat serangan Tiga Singa dalam pertandingan kali ini. Hingga peluit tanda pertandingan berakhir berbunyi, skor sama kuat tanpa gol masih menghiasi papan skor pertandingan antara Inggris dan Skotlandia. Dengan hasil tersebut, Inggris masih harus berebut tiket babak 16 besar EURO 2020 hingga pertandingan terakhir melawan Republik Ceska.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*