Legenda MotoGP Beri Tips Agar Marc Marquez Bisa Memelesat Lagi

Legenda MotoGP Beri Tips Agar Marc Marquez Bisa Memelesat Lagi – Kevin Schwantz legenda MotoGP, menyebut Marc Marquez (Repsol Honda) harus mengeluarkan trauma di kepalanya agar bisa kembali ke level terbaik. Kevin Schwantz percaya sejarah cedera serius juga menjadi hambatan bagi Marc Marquez untuk kembali mendominasi di MotoGP. Marc Marquez mendapatkan cedera patah tulang lengan kanan pada balapan seri pembuka musim lalu di Sirkuit Jerez. Kecelakaan parah plus keputusan ngawur untuk kembali ke lintasan hanya beberapa hari setelah operasi membuat Marquez rugi besar.

Marquez harus tiga kali menjalani operasi dalam rentang waktu lima bulan. Masa depan karier Marquez juga sempat diragukan. Si Semut dari Cervera itu pun akhirnya baru bisa berlomba setelah menepi selama sembilan bulan. Kondisi Marquez sampai sekarang belum sepenuhnya pulih. Dari 15 balapan yang sudah dijalani pada musim ini, Marquez baru tiga kali finis tiga besar dengan dua di antaranya adalah kemenangan. Ini jelas jauh berbeda dengan musim terakhir Marquez menjadi juara. Pada 2019 Marquez hanya sekali finis di luar posisi dua teratas karena gagal finis.

Kevin Schwantz merasa Marquez masih mengalami trauma dengan cedera parah yang dialami tahun lalu. “Saya awalnya mengira pada tahun ini akan menjadi titik balik Marquez,” kata Schwantz kepada MotoGP.com, dikutip BolaSport.com dari GPone.com. “Akan tetapi, dia tidak menemukan rasa percaya diri di setiap lintasan.” “Cedera selalu berada di kepala Anda. Anda memikirkannya ketika memasuki tikungan, ban depan mulai selip, dan Anda tak punya kekuatan serta kemampuan untuk mencegahnya seperti dahulu.”

Performa kuat Marquez pada musim ini terjadi di sirkuit-sirkuit dengan karakter spesifik, yaitu anti-searah jarum jam atau memiliki jalur berlawanan arah jarum jam. Lebih banyaknya tikungan kiri meredakan tekanan fisik di tubuh Marquez. Kebetulan, Marquez juga sangat kuat di tikungan kiri karena hasil latihan jalur datar. Kemenangan terakhir Marquez pun diraih di Sirkuit Americas, yang juga merupakan sirkuit anti-searah jarum jam. Meski begitu, Schwantz percaya bahwa Marquez akan mampu menghilangkan pikiran tersebut seiring berjalannya waktu.

“Saat Anda berlomba dan mencoba lebih dekat dengan pembalap terbaik di setiap akhir minggu, maka Anda bisa mencoba mengeluarkannya dari pikiran, karena Anda tidak bisa membiarkan itu ada di sana sepanjang waktu,” tutur Schwantz. “Saya tahu orang-orang di Honda akan terus bekerja sampai akhir musim ini untuk menciptakan motor yang bagus untuk musim depan dan mencoba untuk meraih kemenangan lagi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*