Perjalanan H-14 Sebelum Larangan Mudik Wajib Membawa PCR Antigen 1×24 jam

Perjalanan H-14 Sebelum Larangan Mudik Wajib Membawa PCR Antigen 1×24 jam – Pemerintah mengeluarkan Addendum Surat Edaran Nomor 13 tahun 2021 tentang peniadaan mudik hari raya Idul Fitri 1442 H. Addendum itu mengatur perluasan pengetatan larangan mudik menjadi selama H-14 lebaran dari tgl 22 April – 5 Mei 2021 dan H+7 peniadaan mudik mulai dari tgl 18 Mei – tgl 24 Mei 2021.

“Addendum Surat Edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 22 April sampai dengan tanggal 5 Mei 2021 dan 18 Mei sampai dengan tanggal 24 Mei 2021, serta akan ditinjau lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan,” demikian isi Adendum yang ditandatangani Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo pada hari Rabu tgl 21 Apr 2021. Dengan adanya Addendum tersebut, kini perjalanan H-14 lebaran wajib lewat transportasi umum seperti udara, kereta dan kaut wajib menunjukkan surat negatif.

“Pelaku perjalanan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di Bandara Udara sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia,” isi poin Addendum.

Sementara bagi transportasi umum darat akan dilakukan tes antigen secara acak.

“Pelaku perjalanan transportasi umum darat akan dilakukan tes acak rapid test antigen/tes GeNose C19 apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah,” bunyi addendum tersebut. Untuk pelaku transportasi pribadi, pemerintah mengimbau tetap melakukan test PCR. “Pelaku perjalanan transportasi darat pribadi, dihimbau melakukan tes RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau tes GeNose C19 di rest area sebagai persyaratan melanjutkan perjalanan dan akan dilakukan tes acak apabila diperlukan,” keterangan Addendum.

Nantinya apabila hasil tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 pelaku perjalanan negatif namun menunjukkan gejala, maka pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan. “Dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan, demikianlah isi dari Addendum tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*